Selasa, 29 Mei 2012

Cara Meningkatkan / Merangsang Minat Baca Anak.

Membaca merupakan kegiatan yang produktif  untuk dilakukan,  mengingat membaca begitu penting untuk dilaksanakan dalam kehidupan manusia. Banyak manfaat yang dapat diambil  dari kegiatan  membaca  dengan demikian  mengingatkan akan pentingnya kegiatan membaca sebagai upaya yang sangat bermanfaat bila anak-anak sejak dini sudah diajari untuk membaca, agar nantinya dapat terbiasa, namun perlu diingat orang tua dalaam melaksanakannya untuk tetap memperhatikan perkembangan dari anak, sehingga tidak terdapat unsur pemaksaan dalam penanamannya. Minat membaca pertama kali harus ditanamkan melalui pendidikan dan kebiasaan keluarga.
Membaca adalah proses untuk memperoleh pengertian dari kombinasi beberapa huruf dan kata. Menurut Juel (1988) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan. Hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan. Berdasar pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa minat membaca adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan, merasa tertarik dan senang terhadap aktivitas membaca sehingga mereka mau melakukan aktivitas membaca dengan kemauan sendiri. Aspek minat membaca meliputi kesenangan membaca, frekuensi membaca dan kesadaran akan manfaat membaca.
Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak anak tetapi hal ini semua tidak dapat terlepas dari peran orang tua dalam menumbuhkan minat baca anak. Pentingnya pedidikan keluarga merupakan konsekuwensi rasa tanggung jawab orang tua terhadap anaknya, didalam keluarga anak mulai mengenal hidupnya hal ini perlu disadari bahwa anak dilahirkan dalam lingkungan keluarga tumbuh dan berkembangnya hingga anak melepaskan diri dari keluarga oleh karena itu begitu besarnya pengaruh orang tua terhadap anaknya maka dalam hal ini merangsang minat baca anak – anak  sebagai upaya untuk  melatih  membaca  sejak dini.
Pada dasarnya setiap bayi yang dilahirkan di dunia memiliki  potensi yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dan setiap anak mampu memaksimalkan potensinya dengan cara yang sangat personal tetapi ini semua memerlukan perhatian agar potensi yang dimiliki anak dapat berkembang secara baik. Penanaman membaca sejak dini sebagai wujud investasi  agar anak menjadikan anak  untuk lebih baik adalah idaman setiap orang tua , anak ibarat setangkai bunga  akan tumbuh secara sempurna  jika di tanam pada tempat yang tepat, terawat dengan baik  dan penuh kasih sayang  begitu pula anak akan dapat tumbuh  dan berkembang secara baik apabila diberi perhatian dari orang tua .
Apakah metode yang dipakai menggunakan kekerasan?
Cara orang tua dalam mendidik anaknya merupakan factor yang menentukan bagi keberhasilan  proses belajarnya sebab Dalam proses pengajaaran setidaknya, tidak menggunakan unsur pemaksaan dan kekerasan   hal ini  dapat mengakibatkan anak- anak akan enggan  untuk belajar dan akan benci terhadap bacaan. Dalam mengajarinya orang tua dapat menggunkan cara yang dinilai edukatif misalnya sambil bermain anak diajari membaca ini akan lebih baik dan lebih menyenangkan.
Mendidik anak terlalu keras, memaksa anak untuk belajar dan tanpa memperhatikan faktor-faktor yang ada adalah cara mendidik anak yang salah  hal ini dapat menjadikan anak  malah ketakutan  disebabkan tekanan  tersebut. Orang tua harus mengetahui kapan anak  waktunya dididik dengan kekerasan  dan kapan waktunya dididik  dengan lamah lembut dan penuh kasih sayang.   Di era perkembangan  ilmu pengetahuan dan teknologi  semakin maju  dan berkembang pesat sehingga adanya perkembangan  dan kemajuan  tersebut  menimbulkan   dampak bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik segi positif maupun negatif. Misalnya kita akan mengajarai tentang huruf lepas contohnya huruf” B” huruf yang memiliki dua perut besar, berbeda lagi dengan huruf “D” yang memiliki satu perut ini hanya contoh tentunya orang tua untuk lebih kreatif dalam mengajarkannya membaca agar anak mudah memahaminya. Akan tetapi usaha yang dilakukan tidak barhenti sampai disini ada faktor lain yang cukup berperan Lalu adakah sumber  penunjang di  rumah?
Saat ini hampir setiap rumah  memiliki bacaan baik di peroleh melalui pinjam maupun milik sendiri, oleh karena itu  sejatinya untuk menumbuh kembangkan  minat membaca ini tidak dapat terlepas dari tersedianya bahan bacaan dirumah  seperti buku, Koran, majalah, komik. Minat membaca tidak  tumbuh secara otomatis  hal ini perlu dirangsang agar dapat tumbuh secara baik. Minat belajar anak  sangat penting dalam proses  pembelajaran  dari dalam minat memiliki pengaruah cukup besar dalam belajarnya. aktivitas membaca akan dilakukan oleh anak atau tidak sangat ditentukan oleh minat anak terhadap aktivitas tersebut. Di sini nampak bahwa minat merupakan  motivator yang kuat untuk melakukan suatu aktivitas.
Secara umum minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan yang menyebabkan seseorang berusaha untuk mencari ataupun mencoba aktivitas-aktivitas dalam bidang tertentu. Minat juga diartikan sebagai sikap positif anak terhadap aspek-aspek lingkungan. Ada juga yang mengartikan minat sebagai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan menikmati suatu aktivitas disertai dengan rasa senang Membaca akan dapat menarik apabila orang tua memahami minat anaknya apabila diliat dari tersedianya sumber bacaan di rumah, .merangsang minat baca  anak sebagai bentuk yang memiliki filter berfikir yang baik dengan demikian anak tidak mudah terbawa oleh arus  yang tidak jelas lalu yang menjadi pertanyaan adakah buku bacaan yang sesuia  kebutuan  anak-anak ? dengan tersedianya buku bacaan khusus yang sesuai dengan minat anak maka ini akan mempermudah anak  dalam belajarnya  dan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangannya.
Minat membaca perlu ditanamkan dan ditumbuhkan sejak anak masih kecil sebab minat membaca pada anak tidak akan terbentuk dengan sendirinya, tetapi sangat dipengaruhi oleh stimulus yang diperoleh dari lingkungan tempatnya berinteraksi anak tersebut. Keluarga merupakan lingkungan paling awal dan dominan dalam menanamkan, menumbuhkan dan membina minat membaca anak. Orang tua perlu menanamkan kesadaran akan pentingnya membaca dalam kehidupan manusia untuk itu orang tua dapat menjadikan dirinya teladan bagi anaknya hal ini agar ada keterkaitan antara penanaman membaca  hal ini untuk menatap masa depan yang lebih baik.
Membaca untuk anak usia prasekolah memiliki segudang manfaat. Minat baca anak sudah bisa dikembangkan sejak ia masih di usia kandungan. Lalu bagaimana dengan usia prasekolah? Dalam pemaparan mengenai kebaikan menumbuhkan minat baca pada anak beberapa waktu lalu di The Cone, FX, Jakarta, Sani B. Hermawan, Psi, Direktur Lembaga Daya Insani mengatakan bahwa usia anak prasekolah butuh trik sedikit berbeda ketimbang usia anak sekolah.

"Untuk usia anak sekolah, lebih baik diberikan cerita yang tokohnya itu asli. Kalau anak-anak usia prasekolah, tak masalah berupa dongeng atau cerita rakyat," jelasnya. Sani juga membagi tips cara merangsang minat baca anak usia prasekolah, yakni:
1.      Bacakan cerita kepada anak dan minta ia untuk menceritakan kembali. Hal ini bisa membantunya berlatih mengambil hal-hal penting dari sebuah hal. Ini penting untuk melatih daya tangkapnya. Saat menceritakan ulang, ajak ia untuk melihat gambar dari buku cerita itu supaya bisa melatih daya imajinasinya saat mencoba menceritakan ulang.

2.      Upayakan cerita yang dibawakan cukup singkat, menarik, serta memiliki gambar dan warna yang mencolok.

3.      Jadikan buku sebagai hadiah (reward) atas hal-hal yang baik yang dilakukan oleh anak.
Pada jaman sekarang ini jika kita jalan-jalan ke toko buku, banyak sekali buku-buku baru yang terbit. Bahkan, beberapa ada yang ditulis oleh anak-anak usia sekolah! Hebat sekali, mereka. Jaman saya masih sekolah tidak pernah terpikirkan untuk menulis dan menerbitkan buku. Yang menulis dan menerbitkan buku adalah sastrawan atau politikus. Mungkin hal ini juga didorong oleh kampanye Gemar Membaca, terutama pada anak-anak yang pada akhirnya mendorong tumbuhnya penulis-penulis cilik yang karyanya sangat pas untuk segmen anak-anak usia sekolah.
Walaupun demikian, masih banyak anak-anak yang lebih senang menghabiskan waktunya bermain game di depan komputer. Memang harus kita akui, teknologi kini telah mengubah gaya hidup bahkan hingga ke level anak-anak. Anak-anak lebih suka menonton televisi, film, atau bahkan menghabiskan waktunya di dalam kamar depan komputer untuk menyelesaikan level terakhir melawan musuh yang paling jahat dalam game tersebut. Padahal, kegiatan-kegiatan tersebut dapat membatasi imajinasi anak. Anak tidak perlu lagi membayangkan dan menggunakan imajinasinya karena hasil kreatif telah terpampang jelas dalam televisi dan game komputer. Sebaliknya, dengan membaca, imajinasi anak bekerja untuk menterjemahkan kata-kata ke dalam gambar-gambar di otaknya. Imajinasi dapat berkembang dengan luas melalui membaca ketimbang hanya melihat gambar yang sudah jadi di televisi.
Selain mengembangkan imajinasi anak, membaca juga dapat menambah pegetahuan. Kalimat “Buku adalah Sumber Ilmu” bukanlah omong kosong belaka. Kita para orangtua juga pasti mengakui dan merasakan hal itu. Banyak hal-hal kecil yang kita bisa ketahui dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari ternyata diperoleh melalui membaca. Jika kita sudah paham dan tahu pasti besarnya manfaat membaca, yuk, kita wariskan ke anak-anak kita! Caranya:
  1. Contoh. Anak-anak harus kita beri contoh. Jika orang dewasa disekitarnya tidak menunjukkan kesenangan pada buku dan kegiatan membaca, kecil kemungkinannya anak-anak akan menyukai buku dan kegiatan membaca.

  1. Sediakan buku-buku yang menarik bagi anak Anda. Hal ini tentu sesuai dengan usianya. Pada usia dini, sediakan buku-buku dengan gambar dan warna yang menarik. Sementara pada usia sekolah, sediakan novel-novel mini dengan cerita yang menarik dan lucu.

  1. Luangkan waktu membaca bersama anak. Lamanya waktu dapat divariasikan sesuai dengan usia anak. Untuk anak-anak usia 1-3 tahun, luangkan waktu sekita 15-20 menit untuk membaca bersama anak. Sedangkan pada anak-anak usia 4-6 tahun, Anda bisa meluangkan sekitar 30 menit untuk membaca bersama anak. Mengapa berbeda-beda? Hal ini karena, semakin muda usia anak, semakin pendek rentang perhatiannya. Jadi, jika anak usia 1-3 tahun dipaksa untuk membaca lebih lama, ia akan mudah bosan dan akhirnya menganggap bahwa kegiatan membaca tidak menyenangkan.

  1. Tanamkan bahwa dengan mambaca anak jadi lebih tahu. Untuk anak-anak yang belum bisa baca, Anda bisa menempelkan label nama-nama benda pada benda-benda yang ada disekitar Anda. Misalnya Anda menempelkan label Lemari pada lemari pakaian, lalu minta anak untuk membacanya. Setelah anak melihat lebel dan ‘membacanya’ bersama Anda, katakan bahwa sekarang dia tahu cara membaca lemari . Jangan lupa beri pujian. Sedangkan pada anak-anak yang lebih dewasa, Anda bisa merujuk pada ensiklopedia atau browsing internet untuk mencari artikel atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul darinya. Misalnya anak bertanya, mengapa langit berwarna biru. Anda mungkin sudah tahu jawabannya, tapi luangkan sedikit waktu Anda untuk mengajaknya mencari jawabannya di dalam ensiklopedia. Hal ini sekaligus mengenalkan anak bahwa ada buku lain selain buku cerita, dan juga bahwa buku adalah gudangnya ilmu.

  1. Seorang ahli pernah memberikan triknya saat merangsang anaknya untuk mau membaca, dan saya ingin membagi trik itu dengan Anda. Saat beliau membacakan cerita pada anaknya yang berusia sekolah, ia tidak menyelesaikan cerita itu. Ia meminta anaknya sendiri yang membacanya sampai selesai. Katanya,”Kalau kamu ingin tahu akhir ceritanya, bacalah.” Memang agak menjengkelkan ‘digantung’ seperti itu. Namun trik itu berhasil dan dapat mendorong anak untuk membaca dan menyelesaikan cerita itu. Lama-kelamaan, minatnya terhadap kegiatan membaca dapat tumbuh.

  1. Cara lain adalah, meminta anak untuk menyelesaikan ceritanya sendiri. Setalah itu, ia dapat membandingkan akhir cerita yang dibuatnya dengan akhir cerita dari buku. Lebih seru yang mana? Sebagai orangtua memang kita harus kreatif dalam mendidik anak. Dengan demikian, anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Sungguh mengherankan mendengarkan kaum muslimin mengatakan bahwa mereka bosan membaca! Padahal membaca adalah salah satu hobi terbaik yang dimiliki oleh seseorang. Namun sungguh menyedihkan ketika mengetahui bahwa kebanyakan dari kita tidaklah diperkenalkan dengan buku-buku yang menakjubkan dunia. Ini adalah beberapa alasan bagi kita untuk memulai kebiasaan ini… sebelum kamu tertinggal di belakang dalam segala hal.
1.      Membaca merupakan proses mental secara aktif.
Tidak seperti duduk di depan sebuah kotak idiot (TV, Plasystation, dll), membaca membuat kamu menggunakan otak kamu. Ketika membaca, kamu akan dipaksa untuk memikirkan banyak hal yang kamu belum mengetahuinya. Dalam proses ini, kamu akan menggunakan sel abu-abu otak kamu untuk berfikir dan menjadi semakin pintar.

2.      Membaca akan meningkatkan kosakata.
Kita dapat belajar bagaimana mengira suatu makna dari suatu kata (yang belum kamu ketahui) dengan membaca konteks dari kata-kata lainnya di sebuah kalimat. Buku, terutama yang menantang, akan menampakkan kepada kamu begitu banyak kata yang mungkin sebaliknya belum kamu  ketahui.
3.      Membaca akan meningkatkan konsentrasi dan fokus.
kamu perlu untuk bisa fokus terhadap buku yang sedang kamu baca untuk waktu yang cukup lama. Tidak seperti majalah, internet atau email yang hanya berisi potongan kecil informasi, buku akan menceritakan keseluruhan cerita. Oleh sebab kamu perlu berkonsentrasi untuk membaca. Seperti otot, kamu akan menjadi lebih baik di dalam berkonsentrasi.
4.      Membangun kepercayaan diri.
Semakin banyak yang kamu baca, semakin banyak pengetahuan yang kamu dapatkan. Dengan bertambahnya pengetahuan, akan semakin membangun kepercayaan diri. Jadi hal ini merupakan reaksi berantai. Karena kamu adalah seorang pembaca yang baik, orang-orang akan mencari kamu untuk mencari suatu jawaban. Perasaan kamu terhadap diri kamu sendiri akan semakin baik. [Namun ingat, ikhlas tetap merupakan jalan untuk mencapai kesuksesan, dan berhati-hatilah dari sikap merasa bangga diri. Bersyukurlah selalu kepada Allah atas secuil pengetahuan yang kamu  miliki].
5.      Meningkatkan memori.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jika kamu tidak menggunakan memori kamu, kamu bisa kehilangannya. Teka-teki silang adalah salah satu contoh permainan kata yang dapat mencegah penyakit Alzheimer. Membaca, walaupun bukan sebuah permainan, akan membantu kamu meregangkan “otot” memori kamu dengan cara yang sama. Membaca itu memerlukan ingatan terhadap detail, fakta dan gambar pada suatu literatur, alur, tema atau karakter cerita.
6.      Meningkatkan kedisplinan.
Mencari waktu untuk membaca adalah sesuatu yang kita sudah mengetahuinya untuk dilakukan. Namun, siapa yang membuat jadwal untuk membaca buku setiap harinya? Hanya sedikit sekali. Karena itulah, menambahkan aktivitas membaca buku ke dalam jadwal harian kamu dan berpegang dengan jadwal tersebut akan meningkatkan kedisiplinan.
7.      Meningkatkan kretivitas.
Membaca tentang keanekaragaman kehidupan dan membuka diri kamu terhadap ide dan informasi baru akan membantu perkembangan sisi kreatif otak kamu, karena otak kamu akan menyerap inovasi tersebut ke dalam proses berfikir kamu.
8.      Mengurangi kebosanan.
Salah satu kebiasaan yang saya miliki adalah, apabila saya merasa bosan, maka saya akan mengambil buku dan mulai membacanya. Apa yang saya temukan dengan berpegang kepada kebiasaan ini adalah, saya menjadi semakin tertarik dengan suatu bahasan buku dan saya sudah tidak bosan lagi. Maksud saya, jika kamu merasa bosan, kamu akan merasa lebih baik dengan membaca buku yang bagus, bukan? Jika kamu ingin memecahkan rasa malas yang monoton, dan kehidupan yang tidak kreatif dan membosankan, maka pergi dan ambillah satu buku yang menarik. Bukalah halaman-halamannya dan jelajahi dunia baru yang penuh dengan informasi dan kecerdasan.

Seorang penumpang marah-marah, lalu turun dari angkot gara-gara angkutan yang ditumpanginya itu salah jurusan. Di lain kesempatan, ada juga orang yang tersesat di jalanan Jakarta gara-gara-gara gak bisa membaca nama-nama jalan. Itu hanya sebagian kecil akibat kita malas dan gak bisa membaca.
Memang menyedihkan melihat kenyataan kalau minat baca masyarakat Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Berapa banyak dari kita meluangkan sedikit waktu dalam sehari untuk sekedar membaca? Membaca apa saja. Membaca koran, membaca buku, membaca catatan pelajaran, membaca bungkus cabe, membaca selebaran iklan, membaca buletin, atau apa saja. Juga membaca Al Qur’an kitab suci kita yang mulia. Namun semua seperti terlupakan dengan dalih kesibukan dan sejuta alasan.
Sebenarnya, tradisi membaca adalah tradisi Islam loh. Tidak percaya? Ingat gak, apa wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw? Jawabnya tentu saja: Surat Al ‘Alaq : 1-5. Dikisahkan dengan dramatis, ketika Muhammad sedang berkhalwat di Gua Hira, datanglah seorang lelaki tak dikenal (yang kemudian diketahui bernama Malaikat Jibril). Tiba-tiba lelaki itu mendekapnya dan berkata: “Bacalah!”. Muhammad yang ummiy (tidak bisa baca tulis) tentu saja bingung, apa yang harus ia baca. Kejadian ini berulang beberapa kali sampai Muhammad dibayangi ketakutan, kecemasan dan kelelahan. Jibril pun akhirnya mengajarkan Muhammad bacaan itu sampai selesai.
  1.  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
  2.  Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.  
Ayat di atas membuktikan kalau membaca pun perintah agama dan jika dilakukan akan mendapat pahala. Mbak Helvy Tiana Rosa pernah berkata bahwa buku yang baik adalah buku yang dapat menggerakkan hati, pikiran dan langkah kita menuju cahaya. Demikianlah, begitu banyak manfaat dari membaca. Seseorang bisa berkeliling dunia hanya dengan membaca. Meskipun jasadnya tidak benar-benar pergi ke luar negeri, tetapi dengan membaca sesorang seolah berada di suatu tempat yang ingin ia kunjungi. Membaca akan meluaskan wawasan dan pengetahuan. Membaca akan membuat sehat pikiran dan perasaan. Namun, membaca pun tidak selalu harus dari buku loh. Membaca tanda-tanda alam, membaca keadaan, membaca sifat dan kelakuan, dll. Membaca kehidupan, demikian kita menyebutnya. Orang bijak pernah berkata, jika makan dapat membuat seseorang kenyang, maka membaca akan membuat seseorang menjadi lebih bijaksana. Tuh, kaan.. Jadi, masihkah kita malas membaca?
Membaca buku, koran, majalah atau dari media yang lain, akan melatih otak kita untuk memusatkan pikiran. Otak kita diajak untuk memperhatikan kata demi kata yang ada pada teks tersebut. Karena kalau kita kehilangan bebeapa kata saja, bisa jadi kita tidak akan bisa menangkap keseluruhan maksud dari kalimat yang ada. Kalimat-kalimat yang menarik akan merangsang saraf otak kita untuk bekerja dan mengamati hal menarik tersebut. Ada penelitian yang membuktikan bahwa membaca buku bisa mencegah kita dari penyakit pikun. Mungkin karena kita selalu diajak berpikir ketika kita membaca, sehingga otak kita bisa tetap aktif.




Dr. Aidah bin Abdullah al-Qarni, dalam bukunya, “La Tahzan” mengungkapkan tentang banyaknya manfaat membaca, yaitu di antaranya sebagai berikut :
  • Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.
  • Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan.
  • Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja.
  • Dengan sering membaca, orang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.
  • Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir.
  • Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.
  •  Dengan membaca, orang mengambil manfaat dari pengalaman orang lain: kearifan orang bijaksana dan pemahaman para sarjana.
  • Dengan sering membaca, orang mengembangkan kemampuannya; baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya dalam hidup.
  • Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pemikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.
  • Dengan sering membaca, orang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai tipe dan model kalimat; lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat).

Tak ada yang lebih penting dalam kesuksesan akademik seseorang melainkan menjadi pembaca yang baik. Orang tua mengenal anak-anak mereka dengan baik dan dapat menyediakan waktu dan perhatian yang akan membimbing mereka berhasil dalam membaca. Berikut ini daftar cara-cara untuk membantu anak anda menjadi pembaca yang lebih efektif.
1.      Sediakan waktu luang untuk membacakan buku untuk anak anda setiap hari. Penelitian mengungkapkan bahwa dengan membacakan dengan suara lantang secara rutin kepada anak-anak akan menghasilkan perkembangan yang signifikan pada pemahaman membaca, kosa kata, dan pemenggalan kata. Baik anak anda dalam usia belum sekolah maupun yang sudah, hal itu akan membuat mereka berkeinginan untuk membaca dengan sendirinya.
  1. Kelilingi anak-anak anda dengan berbagai buku bacaan. Anak-anak yang memiliki berbagai macam jenis bacaan di rumahnya mendapatkan nilai lebih tinggi pada standarisasi tes. Bujuklah anak anda untuk membaca dengan mengoleksi buku-buku

  1. bacaan yang menarik dan majalah yang sesuai dengan umur mereka. Letakan buku bacaan di mobil, kamar mandi, tempat tidur, ruang keluarga, dan bahkan di ruang TV.

  1. Buatlah waktu membaca bersama keluarga Sediakan waktu setiap hari 15 sampai 30 menit untuk seluruh anggota keluarga membaca bersama-sama dengan tenang. Dengan melihat anda membaca akan membuat anak anda akan ikut membaca. Hanya dengan berlatih 15 menit setiap hari cukup untuk meningkatkan minat baca mereka.

  1. Berikan dukungan pada berbagai aktivitas membaca mereka Jadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan anak anda. Biarkan mereka membaca menu, rambu jalanan, petunjuk pada mainan, ramalan cuaca, acara TV, dan semua informasi praktis harian. Dan juga, pastikan mereka selalu memiliki bacaan untuk waktu luang mereka ketika sedang menunggu giliran saat pergi ke dokter, atau saat sedang di dalam mobil.

  1. Biasakan Pergi ke Perpustakaan Ajak anak anda agar lebih banyak membaca dengan membawa mereka pergi ke perpustakaan setiap beberapa minggu untuk mendapatkan buku bacaan yang baru. Perpustakaan biasanya menyediakan program membaca untuk anak-anak segala usia dan mengembangkan minat membaca mereka.

  1. Ikuti terus perkembangan membaca anak anda Cari tahu kemampuan membaca yang bagaimana untuk setiap level kelas. Kurikulum sekolah akan memberikan informasi tentang ini. Ikuti terus perkembangan mereka mendapatkan kemampuan dasar membaca melalui raport mereka.

  1. Apakah mereka ada masalah dalam membaca Para guru tidak selalu mengetahui masalah membaca pada anak-anak sampai mereka serius bermasalah. Cari tahu apakah anak anda dapat melafalkan kata-kata, mengetahui kata-kata yang dilihatnya, menggunakan susunan kalimat untuk mengidentifikasi kata-kata yang tidak diketahui, dan mengetahui sepenuhnya apa yang mereka baca.

  1. Mencari pertolongan secepatnya jika ada masalah dalam membaca Masalah dalam membaca tidak dapat hilang begitu saja seiring berlalunya waktu. Semakin cepat anak-anak mendapat bantuan, semakin cepat mereka menjadi pembaca yang baik. Pastikan anak anda mendapatkan bantuan dari guru-guru mereka, pembimbing, atau pusat pembelajaran secepatnya jika anda tahu anak anda mengalami masalah dalam membaca.

  1. Pakailah cara yang bervariasi untuk membantu anak anda Untuk membantu anak dalam mengembangkan kemampuan membaca mereka, gunakan berbagai buku pedoman, program komputer, tape, dan materi-materi lain yang tersedia di toko. Permaianan merupakan pilihan yang baik karena dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan mereka sambil bergembira.

  1. Perlihatkan antusias anda saat anak membaca Reaksi anda memiliki pengaruh yang besar pada seberapa keras mereka berusaha untuk menjadi pembaca yang baik. Pastikan anda memberikan pujian yang tulus untuk usaha keras mereka.

Dengan buku kita akan belajar pengalaman hidup seorang bintang , tokoh terkenal atau artist melalui buku biografinya, kita akan disajikan rentetan perjalanan hidup sang tokoh suka duka, dimulai dari masa kecil hingga masa dewasa, bagaimana meraih prestasi yang dia capai dan lika liku hidup lainnya. Tentunya dengan belajar dari kisah hidup seorang tokoh terkenal kita akan semakin memahami realita didunia, belajar dari kesalahan tokoh tersebut, mengambil hikmah dan mengambil ilmu sang tokoh untuk diterapkan didunia kita. Selain itu buku juga bisa menjadi sumber inspirasi kita, mendorong kita untuk berkarya setelah dipicu dengan isi buku tersebut, lebih berkreasi dan inovatif dalam melakukan suatu tindakan.
Manfaat lainnya, buku bisa menjadi inspirasi juga agar kita menyukai dunia tulis menulis. Semisal setelah membaca buku Sejarah atau Dongeng, kita berkeinginan untuk membuat Novel yang terinspirasi dari buku tersebut. Bila kita ingin membuat Novel yang baik tentunya harus belajar menulis kan, disinilah kita akhirnya mencoba hal baru, belajar hal baru, mengembangkan dan menerapkan hal baru ini. Hidup kita menjadi tidak sia-sia karena setiap mampu diisi dengan berkarya dan berkarya. Dari Novel pula bisa kita kembangkan menjadi sebuah komik atau film, atau bisa dijadikan drama opera yang menarik dan bila kita berhasil mengembangkannya ,sekali lagi kita telah berhasil mencoba hal baru, hidup lebih berwarna dan tidak monoton.
Kembali ke Buku lagi, disisi lain dengan terus eksisnya buku yang diparalel dengan budaya gemar membaca maka industry percetakan dan penerbitan pun akan terus berputar dan bangkit tumbuh bersama, makin banyak penulis-penulis handal yang berkarya dan karyanya bisa popular ke luar negeri serta diadaptasi menjadi sebuah film yang menarik. Mungkin juga dengan adanya gemar membaca aksi kekerasaran antar pelajar atau masyarakat bisa direduksi karena masyarakat semakin pintar dan kritis..Buku juga bisa digunakan sebagai media tempat curahan semua pemikiran kita dan pandangan kita terhadap suatu hal, media menyampaikan ide dan gagasan kita, serta tempat mengekspresikan segala hal yang ada dipikiran, bila semuanya bisa ditumpahkan menjadi bentuk tulisan atau buku bukankah akan melegakan, disamping itu juga bisa bermanfaat bagi orang lain yang membacanya. Walaupun teknologi mulai menggerus keberadaan buku, namun selama orang masih gemar menulis maka buku akan tetap ada. Tanpa buku kehidupan terasa tak lengkap..
Jadi ada banyak sekali manfaat membaca buku tergantung kita sebagai pembaca memandang dan memahaminya


Membaca tidak mengenal usia dan waktu. Tidak ada istilah berhenti untuk menggali ilmu. Walau ajal menjemput, tak kenal kata menyerah untuk belajar. Salah satunya adalah membaca, dengan membaca maka pengetahuan bertambah. Sudah pasti, orang yang rajin membaca adalah orang pintar.
Buku menjadi solusi memecahkan suatu kebodohan dan membaca adalah kuncinya. Jadi tepat bila buku adalah jendela dunia membaca adalah kuncinya. Kata-kata bijak itu sudah turun temurun kita dengar. Memang benar, dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan dalam bidang apapun.
Buku merupakan informasi segala kebutuhan yang diperlukan, dimulai dari Iptek, seni budaya, ekonomi, politik, sosial dan pertahanan keamanan dan lain-lain. Upaya membaca buku membuka wawasan dunia intelek sehingga dapat mengubah masa depan serta mencerdaskan akal, pikiran dan iman.
Tanpa membaca buku, tanpa ada buku, dunia akan bodoh, dan buta huruf semakin banyak. Buku dapat dibaca bila ada kemauan menjadi pintar, buku yang baik dapat dicetak apabila artikelnya memuat wawasan yang dapat diterima akal sehat pembaca sebagai penerima informasi.
Buku juga merupakan sumber harta yang tak ternilai harganya. Uang bisa habis, harta, kekuasaan bisa lenyap, tapi pengetahuan tidak bisa hilang. Jadi jelas, harga pengetahuan yang bersumber dari buku sangat bernilai tinggi apabila kita manfaatkan dengan serius.
Maka, teruslah menjalin persahabatan yang erat dengan buku. Rasakan kehadiran buku sebagai jendela untuk kita melihat masa depan di hadapan. Jadikan keberadaan sebagai jembatan untuk kita berusaha menjadi makhluk Tuhan yang mencintai ilmu.
Minat baca
Gemar membaca dan menulis masih belum berkembang dengan sepenuhnya pada anggota-anggota masyarakat khususnya bagi komunitas pelajar. Kecenderungan mendapatkan informasi yang lebih instan dan juga melalui percakapan tampaknya masih lebih kuat daripada melalui bacaan.
Kecenderungan ini dapat dilihat dari kenyataan bahwa minat baca dan kebiasaan membaca di kalangan siswa dan mahasiswa relatif masih lemah. Anjuran yang sering terdengar dari pemerintah dan berbagai kalangan pemimpin masyarakat untuk meningkatkan minat dan kebiasaan membaca hanyalah sebagai wacana dan tidak dilakukan secara efektif.
Akibat perkembangan zaman dalam hal teknologi saat ini berpengaruh juga pada minat membaca generasi muda. Sekarang ini kalangan remaja atau masyarakat lebih tertarik menonton TV, mendengarkan musik, bermain game dan chating di internet daripada membaca buku atau koran.
Ini terbukti dari data Human Development Report 2008/2009 yang dikeluarkan UNDP menyatakan minat membaca Indonesia berada di peringkat 96 dari negara seluruh dunia. Indonesia sejajar dengan Bharain, Malta dan Suriname. Di Asia Tenggara, hanya ada dua negara di bawah Indonesia, yaitu Kamboja dan Laos. (Tribunnews.com, Senin 10-05-10).
Ada beberapa teori yang mempengaruhi minat baca. Pertama, sistim pembelajaran di Indonesia belum membuat para pelajar harus membaca buku (lebih banyak lebih baik), mencari informasi/pengetahuan lebih dari apa yang diajarkan, mengapresiasi karya-karya ilmiah, filsafat, sastra.
Kedua, banyaknya jenis hiburan, permainan (game) dan tayangan TV yang mengalihkan perhatian anak-anak dan orang dewasa dari buku, surfing di internet walaupun yang terakhir ini masih dapat dimasukkan sebagai sarana membaca. Ketiga, banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu seperti taman rekreasi, karaoke, mall dan lain-lain.
Keempat, budaya baca memang belum diwariskan nenek moyang kita, kita terbiasa mendengar dongeng , kisah, adat istiadat secara verbal yang dikemukakan orang tua, tokoh masyarakat dan penguasa pada zaman dahulu. Kelima, orang tua disibukan dengan segala aktivitas dalam mencari nafkah untuk keluarga. Keenam, sarana dalam memperoleh bahan bacaan, seperti perpustakaan atau taman bacaan masih langka. (Nyoman : Kata Hati)
Manfaat membaca
Kalau dipikir-pikir sangat luar biasa manfaat membaca dan itu harus ada kemauan kita untuk melakukannya.Seorang yang cerdas mampu membaca buku dengan menghadirkan konteks dan lingkungan yang mengelilinginya. Terhadap sebuah tulisan pembaca perlu hadir, menyerap, menyimpulkan, mengulang, dan juga memperjelas.
Terkadang ada beberapa keinginan seseorang untuk membaca seperti ingin memahami isi buku, tugas di sekolah ataupun di kampus, hiburan, panduan dan sebagainya. Ada yang membaca sambil berimajinasi, mengambil intisari, atau yang menarik saja, dan itu memang sudah karakter seseorang.
Menurut Bobbi DePoter dan Mike Hernacki dalam Quantum Learning membagi empat macam ragam kecepatan membaca, yakni regular, melihat dengan cepat (skimming), melihat sekilas (scanning), dan kecepatan tinggi (warp speed).
Ada beberapa manfaat membaca, pertama, mengusir keraguan, kecemasan, dan kesedihan. Kedua, menebalkan keimanan, karena sesungguhnya bacaan pelajaran yang paling besar, peringatan yang paling agung, pencegahan kemungkaran yang paling efesien, dan perintah yang paling bijak.
Ketiga, melemaskan lidah dan menghiasi diri dengan kefasihan berbicara. Keempat, mengembangkan wawasan berfikir dan memperbaiki persepsi. Kelima, mengambil manfaat dari pengalaman orang lain. Keenam, menelaah berbagai kebudayaan yang menumbuhkan kesadaran akan perannya dalam kehidupan. Ketujuh, menjaga kalbu dari kekacauan, dan memelihara waktu dari ke sia-siaan. (Eilan Rachman dan Sylvina Savitri).
Dengan membaca buku, selain pengetahuan akan semakin bertambah, pribadi akan semakin kaya, yang kesemuannya jelas akan menurunkan efek negatif anak, yakni kenakalan.Sedangkan anak yang tidak terbina minat bacanya sejak dini akan menghadapi peluang yang semakin kecil untuk mengembangkan pengetahuan setinggi-tingginya.
Jadi jelas, bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan di dunia ini pasti ada manfaatnya bagi umat manusia. Akan tetapi kita kebanyakan tidak tahu mengaplikasikannya ke jalan positif akibat beberapa faktor yang ada, yang pasti ada kemauan maka ada jalan.
Kemampuan membaca pada anak ditentukan oleh banyak hal.Salah satunya adalah dorongan dari orang tua dan lingkungan.Terutama untuk memotivasi anak dan menstimulus kemampuan anak sejak dini. Kerjasama antara orang tua dan pendidik sangat dibutuhkan dan menentukan kesuksesan anak dalam belajar membaca.
Pada dasarnya setiap anak mempunyai potensi yang besar dalam belajar membaca atau berbahasa. Di sinilah peran orang tua dan lingkungan menjadi penting guna mendorong minat anak untuk belajar membaca. Dengan konsep bermain dan belajar yang menyenangkan,anak akan merasa nyaman dalam belajar membaca.Kondisi ini makin mendorong anak untuk lebih cepat membaca.Dengan adanya unsur kesenangan dan bermain pada akhirnya belajar membaca dan menulis bukanlah hal yang menakutkan dan menyeramkan, tapi merupakan hal yang menyenangkan bagi mereka.
Orang tua juga harus memberikan contoh pelafalan dan cara membaca yang benar dan jelas. Meskipun anak belum jelas pelafalannya, namun orang tua harus terus memberikan contoh yang benar,bukan malah menirukan ucapan yang salah. Orang tua juga bisa menggunakan metode belajar yang menyenangkan,yakni lewat flash card.
flash Card,merupakan sebuah terobosan dalam bidang pendidikan anak yang menggunakan sejumlah kartu sebagai alat bantu belajar. Metode Flash Card memungkinkan balita mampu untuk belajar membaca dengan cara mengingat gambar dan bentuk. Dalam hal ini perkembangan otak kanan anak yang terstimulasi sejak dini. Flash card ada tingkatannya,dari level pengenalan hingga level belajar membaca kalimat.Flash card Bisa dipakai semenjak usia 6 bulan.





DAFTAR PUSTAKA


·         http://rachdie.blogdetik.com
·         Dari : Anwar Sultoni
·         E-mail: anwar.sultoni@yahoo.com
·         Judul Asli : Perlunya Merangsang Minat Baca Anak
·         KOMPAS.com -
·         Mengembangkan Kemampuan Membaca
·         Dikirim oleh sinung - pada Monday, 26 February 2007
·         Elin/school.familyeducation
·         Mulai sekarang, AYO BUDAYAKAN MEMBACA!
·         [Sumber:http://pondokhati.wordpress.com]


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar